Skip navigation



In Meoriam
28-08-1928 – 03-04-2
009

Waktu terasa sangat cepat berlalu,hingga pada tanggal 3 April 2009…
Opungku telah berpulang ke rumah Bapa di Sorga, ya! aku sangat tak menyangka hal ini bisa terjadi. Padahal seminggu yang lalu kami masih bisa bercengkrama dan bercanda bersama…

Opungku merupakan sosok Perempuan yang sabar, dia tak pernah mengeluh walaupun aku tahu sakit punggungnya tak tertahankan…. dia tidak pernah mau merepotkan anak dan cucunya sehingga ia selalu membantu seluruh keluarga kami… Pernah ku ingat waktu itu, ketika aku dan ia selesai makan, aku bergegas membereskan perlengkapan makan untuk ku cuci tapi, ia mencegahku dan menyuruh aku belajar karena esoknya akan ada Ulangan Umum…
Oh Tuhan, Terimakasih karena Engkau Telah memberikan Seorang Opung yang baik…

Opungku merupakan sosok Perempuan yang Tangguh, dia selalu menginginkan anak-anak dan cucunya menjadi orang-orang yang berhasil… dia mengatakan pendidikan adalah nomor satu sehingga ia mampu menyekolahkan seluruh anaknya hingga berhasil walaupun, dia harus berjuang menghidupi 9 anaknya seorang diri… karena ia adalah seorang Janda yang suaminya telah meninggal ketika anak-anaknya masih kecil… Ia pernah berkata bahwa jika ia hanya mengandalkan Gaji peninggalan kakek-ku itu tak akan cukup untuk menghidupi 9 orang anaknya… sehingga ia harus bekerja sebagai Pegawai Pabrik Kertas di Pematang Siantar dan Penjual Pakaian di Pasar Tradisional…
Oh Tuhan, Terimakasih karena Engkau Telah memberikan Seorang Opung yang baik…

Opungku merupakan sosok nenek yang Baik terhadap cucunya, masih ingat ketika ia bercerita bahwa dulu sewaktu aku masih bayi, bila aku menangis aku akan diam bila kau digendong olehnya… dan aku selalu tertidur pulas bila, tidur dekat bersama dirinya… Hingga pernah suatu kali, ketika air di rumahku tidak ada, Opungku Sendiri yang mencuci popokku di air sungai yang jernih… walaupun jernih, air itu banyak keongnya… sehingga ia mensaring air itu sampai bersih… banyak tetanggaku dulu kagum akan kebersihan dan kerajinan Opungku… lalu, aku bertanya kepada opungku apakah dia tidak malu mencuci popokku di Sungai?… Ia menjawab dengan tegas.. ia tidak malu, bahkania bangga mencuci popokku di sungai itu… karena, Ia mencuci popok cucu laki-lakinya sendiri….
Oh Tuhan, Terimakasih karena Engkau Telah memberikan Seorang Opung yang baik…

Aku yakin banyak sekali pengalaman yang dialami oleh anak-anak Opung dan cucu-cucunya yang indah dantak terlupakan… biarlah kenangan itu menjadi abadi seperti,Opung yang telah menjadi abadi di Sorga sana….

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: