Lewati navigasi

Monthly Archives: November 2009


Kemaren gw baru aja nonton berita tentang seorang nenek yang ditangkap polisi karena mengambil biji kakao atau biasa disebut biji coklat.

Jadi kronologis ceritanya begini, si nenek yang bernama Minah (55) ini lagi memanen kedelai di kebun garapannya yang ternyata adalah milik PT. RSA (perusahaan yang menanam kakao).

Lagi asyik-asyiknya manen kedelai. tiba-tiba si nenek melihat 3 biji kakao yang udah mateng. nah, si nenek pun langsung memetik biji-biji kakao tersebut untuk dijadikan bibit lagi.

Gak lama kemudian, datenglah sang mandor perkebunan kakao. si mandor nanya ke si Nenek Minah siapa yang metik biji kakao yang diatas pohon itu. karena otaknya terlalu polos alias lugu si Nenek Minah pun ngaku kalo dia yang ngambil biji kako itu.

Si kang Mandor ini pun menceramahi si nenek Minah, bahwa perbbuatan itu tak boleh dilakukan karena peerbuatan itu sama aja dengan mencuri. si Nenek pun minta maaf dan mengembalikan biji kakao terebut kepada si Kang mandor. si nenek kira semua itu udah beres.

tapi perkiraan si nenek salah, karena seminggu kemudian dia dipanggil polisi, sampai akhirnya si nenek disidang di pengadilan negeri Purwokerto.

Pada saat disidang si nenek minah bersikap sangat tegar walaupun begitu suasana sidang dipenuhi keharuan. sampai-sampai Pimpinan majelis hakim Muslih Bambang luqimono, SH sempat menitikan air mata ketika menjatuhkan vonis kepada Nenek Minah seorang tua dan miskin.

dan akhirnya si nenek Minah diajtuhi vonis hakim 1 bulan 15 hari, dengan masa pencobaan selama 3 bulan.
Artinya dia bebas, tapi kalo dalam 3 bulan dia melakukan kesalahan yang sama dia akan dikurung selam 1 bulan 15 hari.

Hmm, menurut gw sih kalo jadi pemilik perkebunan kakao, gak usahlah masalah ini dibawa ke meja hijau dan lebih bijaksana kalo masalahnya diselesaikan secara kekeluargaan.

hal ini ironis dengan para pencuri duid rakyat, yang mengambil milyaran rupiah bahkan ada yang ampe 6,7 Triliyun (CenturyGate) bisa berkeliaran tunggang langgang di dalam maupun luar negeri. mereka pun bisa bebas karena merasa hukum di Indonesia bisa dibeli dengan uang. Liat aja kasus Anggodo, dia bisa bayar polisi, jaksa ampe hakim biar kasusnya cepet beres.

Ya semoga aja ini kejadian terakhir yang mencoreng hukum di Indonesia, dan menjadi pelajaran buat kita semua.

Iklan

Direktur Human Human Capital and Geral Affairs PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (TELKOM) Faisal Syam, Kamis (15/10) melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Kampus Institut Manajemen TELKOM (IM TELKOM) di Dayeuhkolot, Bandung. Dengan dimulainya pembangunan gedung tersebut, langkah IM TELKOM menuju World Class University semakin mendekati kenyataan.

“Dimulainya pembangunan gedung ini diharapkan akan semakin meningkatkan peran IM TELKOM dalam menyiapkan tenaga-tenaga ahli di bidang manajemen bisnis untuk menjawab tantangan dunia bisnis,” kata Faisal Syam. “Kompetisi akan semakin tajam sehingga diperlukan tenaga-tenaga terampil untuk menanganinya. Kita berharap IM TELKOM mampu menjawab tantangan tersebut,” tambahnya.

Faisal Syam menyambut baik dimulainya pembangunan gedung kampus tersebut karena tentunya dengan gedung baru para mahasiswa akan lebih nyaman dan lebih bersemangat dalam menuntut ilmu. “Saya harap dari gedung yang megah ini nantinya akan melahirkan tenaga ahli manajemen dan bisnis maupun para entrepreneur terbaik di Indonesia,” pesan Faisal.

Sementara itu, seperti disampaikan Rektor IM TELKOM, Dr Asep Suryana Natawirya, pihaknya sudah merencanakan pembangunan kampus baru IM TELKOM sejak tahun 2007. Gedung baru yang akan menghabiskan biaya sekitar Rp 37,5 miliar tersebut terdiri dari lima lantai dengan luas bangunan 7.960 m2.

“Gedung ini selain digunakan untuk menampung perkuliahan mahasiswa baru tahun 2010 sebanyak 1.300 mahasiswa juga digunakan sebagai gedung rektorat IM TELKOM dan administrasi pendukung lainnya yang sampai sekarang masih menempati lantai 1,2 dan 3 Gedung Widiyaloka di TELKOM Learning Centre di Gegerkalong Hilir, Bandung,” papar Asep Suryana.

Kegiatan perkuliahan mahasiswa IM TELKOM sekarang masih dilakukan di gedung Kampus Gegerkalong Hilir, Kampus Setyabudi dan di Kampus Jl. Suci. Kampus Gegerkalong dan Setyabudi adalah milik IM TELKOM sedangkan Kampus Suci masih menyewa kepada pihak lain.

“Dengan selesainya pembangunan Gedung Kampus IM TELKOM di kampus Dayeuh ini, selain bisa mengurangi secara bertahap sewa kampus kepada pihak lain, juga akan mengintegrasikan seluruh kegiatan perkuliahan di satu lokasi,” jelas Asep Suryana.

IM Telkom diproyeksikan untuk menyiapkan tenaga-tenaga ahli di bidang manajemen bisnis sesuai program studi yang ditawarkan dengan berbasis Information and Communication Technology (ICT) dan entrepreneurship yang terampil dan berwawasan luas sebagai jawaban terhadap tuntutan persaingan bisnis pada industri infokom yang dewasa ini semakin ketat.

Sumber : http://www.telkom.co.id/pojok-media/siaran-pers/direktur-telkom-lakukan-peletakan-batu-pertama-gedung-kampus-im-telkom.html

Andrian Fauzi – detikBandung

Bandung – Telkom melalui Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) berencana mendirikan universitas berbasis ilmu telekomunikasi terbesar di Indonesia. Universitas Telkom ini rencananya akan menyinergikan Institut Teknologi Telkom (IT Telkom), Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) dan Politeknik Telkom.

“Bahkan, saya sudah lemparkan wacana ini sejak dahulu. Tapi masih dinamis, pendapat di internal kami tentang pentingnya mempertahankan institut guna menajamkan keahlian, masih ada,” kata Herry Kusaeri, Ketua YPT seusai peletakan
batu pertama pembangunan gedung baru Kampus Institut Manajemen TELKOM (IM Telkom) di Jalan Telekomunikasi-Dayeuhkolot, Bandung, Kamis (15/10/2009).

YPT, anak perusahaan PT Telkom Tbk, saat ini memiliki ITT yang fokus pada ilmu teknis Telekomunikasi, IMT (manajemen telekomunikasi), Politeknik Telkom (keahlian praktis teknis), Profesional Development Center, dan sejumlah unit
komersil.

Herry mengungkapkan wacana tersebut merupakan salah satu pilihan realistis menuju visi world class university yang ditargetkan tercapai pada 2017 nanti. Dengan bentuk universitas, keahlian teknikal maupun manajemen yang selama ini terpisah-pisah diproyeksikan akan menyatu dengan sendirinya, sehingga kualitas pengajaran pun akan terdongkrak.

Universitas Telkom, sambung Heri, kemungkinan akan terwujud dalam beberapa tahun mendatang. Namun sebenarnya, dengan sendirinya akan terwujud asalkan sejumlah standar world class university tercapai. “Ya, setelah 2010 lah,” katanya.

Ditanya mengenai standar world class university, Herry menyebutkan antara lain rasio jumlah dosen dengan mahasiwa mencapai 1:30, memiliki banyak guru besar, meluasnya jurnal penelitian dosen ke luar, dan infrastruktur pendidikan yang
sangat memadai.

“Saat ini kami masih 1:40 untuk rasio dosen dengan mahasiswanya,” ungkap Herry.

Selain itu, rata-rata jenjang pendidikan dosen pun harus tinggi dan diutamakan lulusan universitas kelas dunia. Secara berkala, kampus tersebut juga terus menempati peringkat dalam Webometric atau rangking perguruan tinggi dunia.

“Klasifikasi dosennya pun harus mumpuni. Karenanya, saat ini kami sedang menyekolahkan sedikitnya 27 dosen IMT ke sekolah manajemen di Malaysia dan sebagian lainnya dari dosen ITT ke berbagai perguruan luar negeri,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Direktur Human Human Capital and General Affairs PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Faisal Syam, kepada detikbandung mengatakan bahwa mengenai Universitas Telkom pihaknya menyerahkan secara penuh kepada YPT sebagai pengelola.

“Ya semuanya diserahkan secara penuh kepada YPT sebagai pengelolanya,” katanya saat disinggung mengenai pembentukan Universitas Telkom.
(afz/ema)