Skip navigation

Setiap orang berhak memiliki mimpi. Begitu pula dengan saya, saya mempunyai banyak sekali mimpi. Mimpi yang saya maksud disini bukanlah mimpi yang terjadi pada saat kita tidur.

Mimpi yang saya maksud disini adalah cita-cita, keinginan, atau bisa kita sebut juga impian. Mungkin bayak orang bertanya “Buat apa sih kita mempunyai mimpi?” , “ngapain sih kita berangan-angan?”

Pertanyaan itu kadang-kadang terdengar di telinga kita. Bermimpi itu menrurut saya sangat penting. Karena, dengan mimpi itulah seseorang mempunyai kekuatan untuk menjalani hidup.

Saya mempunyai mimpi untuk menjadi manusia yang berguna untuk banyak orang. Atau biasa disebut menjadi terang dan garam dunia. Mungkin kalimat tersebut terdengar familiar. Karena kalimat tersebut terdapat dalam Alkitab.

Mungkin, saat ini saya diibaratkan hanyalah sebuah lilin kecil, tapi saya akan berusaha menjadi secercah cahaya untuk menerangi orang di sekeliling saya. Itulah mimpi saya.

Jika berbicara mimpi, saya menjadi teringat pada seseorang yang menjadi idola saya pada saat ini. Dia adalah yang menjadi panutan untuk menggapai semua mimpi saya, bagaimana dia bisa mencapai posisi orang nomor satu di sebuah Negara nomor satu di dunia. Betul, Dia adalah Barack Obama.

Barrack Obama yang lahir sebagai keturunan kulit hitam, tidak putus asa menggapai mimpinya untuk mendiami Gedung Putih. Padahal bila kita telisik lebih jauh., di bukunya “dari menteng menuju gedung putih”. Ia bercerita bahwa sewaktu tinggal di Indonesia tepatnya di menteng dalam. Ia mengalami kehidupan yang sulit. Karena ayahnya yang orang Indonesia gajinya pas-pasan, sehingga ibunya harus mencari tambahan uang sebagai pengajar bahasa inggris di kedutaan besar amerika serikat dengan naik bus Ekonomi yang panas dan pengab.

Kesusahan yang dialaminya tak membuatnya berputus asa malah oleh karena diasuh ibunya yang disiplin, dan didorong kemauan dan kepercayaan diri yang tinggi ia bisa menjadi seorang yang kita kenal seperti saat ini. Dalam sebuah buku Renungan Harian, saya pernah membaca bahwa Obama kecil pernah membuat sebuah puisi tentang keinginannya menjadi Presiden yang dibaca oleh gurunya. Dan ternyata mimpinya terwujud.

Mimpi tanpa keyakinan adalah sia-sia belaka. Semangat itulah yang seharusnya kita tiru dari Barrack Obama, Optimisme yang membara dengan Motonya “Yes, We Can!” bisa membuatnya menjadi Presiden kulit hitam pertama di Amerika serikat. Terlepas dari kontroversi akan kedatangannya ke Indonesia, Obama adalah bukti sukses dari Mimpi, Keyakinan, dan Kerja Keras. Semoga hal ini dapat menjadi inspirasi untuk kita semua.B

One Comment

  1. aku suka tulisanmu. memotivasi banget, kunjungi blogku juga ya…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: